Pagelaran Wayang Kulit Pada Rangkaian Peringatan Hari Lahirnya Pancasila

by Ricky BPTIK DIKBUD | 25-06-2018 14:55 WIB | 1454 Views | Kategori : BPTIKP
foto berita
Purbalingga-Pagelaran Wayang Kulit pada rangkaian peringatan hari lahirnya Pancasila dengan dalang kondang asal Surakarta Ki Manteb Soedarsono berhasil menarik antusias warga Desa Kedunglegok Kecamatan Kemangkon Jumat malam (22/6).Warga berbondong-bondong untuk menyaksikan pagelaran Wayang Kulit selama semalam suntuk.

Pada acara tersebut,Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Drs. Gatot Bambang Hastowo, M.Pd menjelaskan, wayang kulit memeroleh pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia pada 7 November 2003. Seni wayang juga bisa digunakan sebagai media pengikat nilai-nilai kehidupan.
“Wayang dapat menjadi fakor pendorong budaya nasional sekaligus mengembangkan Identitas sosial. Seperti halnya bulan Juni ini, bulan lahirnya Pancasila, maka nilai- nilai luhur bangsa Indonesia bisa disampaikan kepada masyarakat melalui pertunjukan wayang kulit,” tambahnya.

Pada kesempatan itu pula, Plt Gubenur Provinsi Jawa Tengah Drs. H Heru Sudjatmoko, MSi didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr. Ir .Sri Puryono, KS,MP juga memberikan beasiswa bagi 107 siswa yang lulus pada tahun 2017 dan 2018. Mereka berasal dari SDN 1 Kedunglegok, SDN 2 Kedunglegok, dan MI Ma’arif Kedunglegok.

Lakon “Kresna Duto” yang di tampilkan oleh Ki Manteb Soedarsono mengisahkan tentang Prabu Kresna yang mengemban tanggung jawab sebagai perwakilan Pandawa untuk meminta secara baik-baik negara Astina dan Amarta kepada Kurawa sebagai hak Pandawa.Dan berakhir melalui Perang Baratayuda.